Terkait dengan peci hitam, apakah dikategorikan ‘urfhun shohih?

Pertanyaan:
Terkait dengan peci hitam, apakah dikategorikan ‘urfhun shohih?

Dijawab oleh al-Ustadz Afifudin -hafidzohulloh-:
Na’am ya ikhwan, terkait dengan peci hitam songkok nasional itu ‘urfhun shohih (adat istiadat yg baik, red), tidak ada pelanggaran syariat, tidak mengandung madhorot, tidak pula meluputkan sebuah maslahat.
Sehingga boleh dipakai seseorang. Jawabannya, boleh. Termasuk adat yang diperbolehkan. Barokallohu fiikum.
Tapi ingat, kalau kemudian taqorrub kepada Alloh itu, ibadah kepada Alloh itu dengan songkok nasional itu yang ndak boleh. Menjadi perkara bid’ah.
Menjadikan songkok nasional sebagai simbol seorang da’i salafy itu juga kebablasan.
Sampai pada tingkat mengecam dan melecehkan warna putih dan yang lainnya atau menyudutkan imamah dan yang semisalnya. Itu yang kebablasan.
Mengharamkan songkok nasional itu perkara bid’ah. Berta’abud, bertaqorrub kepada Alloh, menjadikan simbol dakwahnya, simbol aqidahnya, simbol ibadahnya, dengan songkok nasional juga perkara bid’ah.

Yang betul yang tengah-tengah tadi, mubah biarkan dia mubah. Yang mau pakai silahkan, ndak juga silahkan. Bebas ya ikhwan. Perkara yang sangat luas. Mau pakai songkok nasional silahkan, mau pakai peci biasa silahkan, mau pakai peci bunder ya silahkan, mau pakai songkok putih nasional tapi putih ya silahkan, yang warna ijo ya silahkan. Ga ada masalah barokallohu fiikum.
Jadi yang bagus yang sesuai dengan syariat. jangan kebablasan. Jangan extrim kanan, jangan extrim kiri. Baarokallohu fiikum.

Bahkan tidak begitu. Ada sebagian pihak yang seperti itu, antipati dengan yang namanya songkok nasional, tasyabuh dengan animisme. Orang asia, orang indonesia gitu lho. Orang-orang yang kayak gitu itu. Dari sisi mana ya akhiy?
Sudah mulai kebablasan dalam urusan songkok nasional. Sehingga jadi simbol dakwah seorang da’i salafy.
Dia kebablasan pak ustadz. Baarokallohu fiikum. Mau pakai itu ya silahkan, yang lain juga silahkan. Tapi jangan mendewakan songkok nasional, dijadikan sebagai ciri khasnya ahlul jannah. Baarokallohu fiikum.
Begitu ya.. Apalagi selalu menyudutkan yang lainnya yang ga menggunakan songkok nasional, ya kebablasan juga. Barokallohu fiikum. Yang tengah-tengah saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *