Definisi Walliyul ‘Amr

Pertanyaan:
Ada subhat yang dilancarkan hizbiyyun, mereka mengatakan bahwa pada hakekatnya kami tidak mengingkari kewajiban taat kepada walliyul amr walaupun dia itu dzalim.
Tetapi yang jadi pertanyaan apa itu definisi walliyul amr? Karena menurut mereka walliyul amr itu pemerintah. Na’am. Khalifah yang menerapkan hukum islam. Sehingga indonesia yang tidak menerapkan hukum islam pemimpinya tidak dinyatakan sebagai walliyul amr.
Na’m. Walliyul umar jadinya..

Dijawab oleh al-Ustadz Luqman Ba’abduh -hafidzahullah-:
Siapa yang mengatakan harus khalifah, yang sempurna menerapkan hukum islam, mana?
Rosululloh mengatakan:

عليكم بالسَّمعِ والطَّاعةِ وإن تأمَّرَ عليكم عبدٌ حبشِيٌّ

“Wajib kepada kalian untuk tetap bersikap mendengar dan taat kepada pemimpin kalian walaupun yang memimpin kalian itu seorang budak (asalnya keturunan budak) dari negeri Habasyah (etiopia, red).” (HR. Ahmad 4/126, At-Tirmidzi no. 2676, Abu Dawud no. 4607, Ibnu Majah no. 42, dari ‘Irbadh bin Sariyah)

Na’am.
Karena syarat khalifah itu harus dari quraisy, jadi kalau budak tidak memenuhi syarat. Kan sudah salah satu syaratnya itu kan gugur.
Ini contohnya.
Siapa yang menyatakan bahwa harus khalifah? Tidak..!
Jadi tidak ada nash dari al-Qur’an dan Sunnah yang menyatakan bahwa yang wajib ditaati itu khalifah, kalau bukan khalifah tidak boleh ditaati.
Salaf tidak memahami seperti ini. Sejak dinasti abassiyah, khilafah umayyah berpindah ke khilafah abasiyah.
Pada masa itu terjadi sudah perpisahan beberapa negara. Na’am.
Yang ikut dinasti abassiyah dan yang ikut bani umayyah.
Ternyata para ulama, yang hidup pada masa itu ulama, na’am. Tidak ada yang menyatakan “waa.. ini ga taat, ga boleh taat karena tidak khalifah yang satu”
Tidak seorangpun dari ulama salaf yang memahami seperti itu. Sehingga tidak benar pernyataan seperti ini.

DOWNLOAD FILE AUDIO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *