Kenapa Televisi Tidak Pantas?

Pertanyaan:
Kenapa Televisi Tidak Pantas?

Dijawab oleh al-Ustadz Luqman Ba’abduh -hafidzohulloh-:
Kenapa ya televisi tidak pantas? Sudah dijelaskan tadi.
Televisi.. Sebelum itu saya ingin mengajak diskusi antum, yang baik di televisi itu apa? Cerdas cermat. Yang bisa menyebutkan perkara di televisi tafadhol.
Adzan, suara adzan ya.. Na’am suara adzan. Ketika menyebut ا شهد أن لا إله إلا الله “Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Alloh”, salah maknanya.
Tiada yang berhak diibadahi selain Alloh. Karena ilah itu artinya ma’bud, kurang tepat. Lebih tepatnya tidak ada yang berhak diibadahi selain Alloh. Na’am. Gimana kira-kira? Sudah ruju’? Labas kita terima 1, adzan.. Na’am.
Apakah berarti kalau kita ingin mendengarkan adzan kita beli televisi? Karena adanya kemaslahatan tadi yang baik? Ayo rame-rame beli televisi dalam rangka mendengarkan suara adzan. Allohul musta’an..

Apa lagi yang baik?
Apa itu? Khasanah tentang ajaran syiah? Gimana sih tentang khasanah ajaran syiah? khozana mungkin ya.. idul ghodr.. idul ghodiir.. na’am idul ghodiir..
Siapa yang menampilkan itu? Ahlussunnah? Na’am.. Allohulmusta’an.

ثلاثة لا يعتمن عليهم

“Tiga pihak yang tidak bisa dipercaya, disebutkan beberapa diantaranya al-qoshos, yang mendirikan dakwahnya di atas cerita-cerita.”

Saya bermimpi ketika itu saya datang ke rumah fulan (ini maunya mengangkat tokoh si fulan), ketika saya buka pintunya ternyata keluar cahaya dari bumi ini ke langit kemudian saya yakin bahwa dia adalah orang yang sholeh. Ini qoshos, na’am. Ini ga boleh dipercaya kata salaf orang yang seperti ini.

Yang ke-2, ini yang penting untuk kita sebutkan مُبْتَدِعٌ يَرُدُّ عَلَ الْمُبْتَدِع, seorang ahlul bid’ah membantah ahlul bid’ah yang lainnya. Itu ga bisa dipercaya. Na’am. Haa… ustadz alhamdulillah sekarang dia sudah membantah syiah. Lha terus kenapa. Orang-orang sufi juga membantah syiah. Orang-orang sufi, tarekat-tarekat tuh membantah. Bahkan kira-kira tanggal 1 muharam lalu melakukan demo di kota bangil, jawa timur. Sufi, yang menyatakan Alloh di mana-mana dan berbagai batil yang lainnya.

Apa lagi kebaikannya?
Sulit rasanya mulai tadi ya? ha..? Sidang itsbat..
Jadi kalau mau masuk romadhon beli tv untuk mengikuti sidang itsbat. na’am.. selesai romadhon dan idul fitri jual lagi. Hanya sekedar ngikuti sidang itsbat bisa diikuti melalui radio. Na’am.. Barokallohufiikum.. Atau ga perlu ngikutin, ada apa? Tunggu berita pengumumannya. Daripada antum sibuk mendengarkan perdebatan ini itu sudah tunggu pengumuman. Na’am..
Ada pengumuman, taraweh malam ini. Nggak ada, besok tarawehnya. Enak kan? Nggak usah sibuk mendengarkan atau mengikuti kegiatan tersebut. na’am.

Jadi kenapa saya katakan ini. Ternyata antum sulit kan mau menyebutkan. Padahal banyak orang ini untuk menyebutkan kebaikannya.
Sekarang saya balik, sebutkan kejelekannya.. Berebut mungkin antum menyebutkannya. Terlalu banyak.

Lha.. syariat islam mengajarkan bahwa kaidah suatu perkara mafsadahnya lebih besar maka ditinggalkan, wajib untuk ditinggalkan. Setara saja antara maslahat dengan mafsadat ulama mengatakan “dar’ul mafaasid muqoddam ‘ala jalbil masholih“, upaya menghindarkan kita menjauhkan diri kita dari efek negatif lebih dikedepankan dibanding upaya kita mengejar sebuah hal yang positif karena di situ mengandung yang negatif setara. Kalau lebih negatifnya, kaidah ini ga berlaku sudah. Secara otomatis wajib ditinggalkan.

Alloh a ketika menyebutkan tentang khomr:

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ قُلْ فِيهِمَا إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَا أَكْبَرُ مِنْ نَفْعِهِمَا

“Sesungguhnya pada khomr dan maisir itu (kata Alloh) ada dosa (ada kemungkaran, ada negatifnya) tapi di sana juga ada manafi’.” (QS. Al Baqarah: 219)

Manfaat manfaat manfaat.

Barokallohufiikum. Bukan hanya satu manfaatnya, manafi’ kata Alloh. Wa itsmuhuma akbar min naf’ihima, tapi efek negatifnya (dosanya) lebih besar dibandingkan manfaatnya, maka diharomkan oleh Alloh. Sama juga televisi. Apa yang kita inginkan bisa kita dapat dengan kegiatan atau cara yang lainnya. Barokallohufiikum..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *