Kenapa Indonesia Tidak Libur Hari Juma’at?

Pertanyaan:
Negara-negara kufar barat, eropa, amerika, dan belahan dunia lainnya liburannya hari minggu.
Negara-negara islam, arab, liburnya hari jum’at. Mengapa negara indonesia yang penduduk islamnya terbesar di dunia ikut libur kufar di hari minggu?

Dijawab oleh al-Ustadz Afifudin -hafidzohulloh-:
Nah itu. Itu urusan negara. Jangan tanya sama saya..
Kalau bicara syar’inya ya betul jangan libur hari ahad. Para ulama kita sudah mengeluarkan fatwa bahwasannya berlibur pada hari ahad barokallohufiikum, tasyabuhan bihim laa yajuzz.. Berlibur pada hari ahad dalam rangka untuk menyerupai mereka tadi yang antum sebutkan tadi itu tidak boleh. Barokallohufiikum.
Dicontohkan saudi liburan hari jumat sebagaimana tindakan kaum muslimin yang lainnya. Kalau antum memungkinkan bagi antum untuk membikin liburan sendiri, bikin sendiri. Misalkan lembaga pesantren yang independen terkait dengan masalah aktifitasnya atau terkait dengan perizinan masuk ke urusan negara, terkait dengan aktifitasnya independen.
Ya sudah atur sendiri. Liburan di Ar-Ridho (ma’had di Jogja, red) hari jumat ya sudah hari jumat. Jangan sengaja hari minggu dalam rangka tasyabuh dengan mereka. Hadza laa yajuzz.. Itu ndak boleh..
Tapi bagaimana seandainya kalau antum terikat dengan pemerintah, PNS, karyawan, dan segala macamnya?
Liburannya terikat dengan aturan pemerintah, hari minggu baru libur, jumat dan libur. Terus bagaimana?
“Ndak saya jumat libur, minggu saya masuk”. Minggu masuk ndak ada siapa-siapa.. Sudah pada ilang semua. Masuk kantor sendirian gitu? Saya datang ke kantor, mau masuk kantor dalam rangka untuk mukholafah, menyelisihi orang-orang kafir.
… dikatakan majnun. Itu kondisional. Dan kalau antum ndak memungkinkan untuk merubahnya ingkari dengan hati. Bisa difahami ya.
Antum yakin ini nggak bener. Tapi kondisi bagaimana lagi ya ikhwan terkait dengan masalah itu?! Barokallohu fiikum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *